
Lombok Tengah, newsmataram.id – Gender Bender Party yang semulaakan digelar oleh Indonesia Backpacker Hostels (IBH), bukanlah party untuk kaum LBGT. Namun demikian karena mendapat sorotan negative dari masyarakats ekitar kawasan wisata Kuta mandalika Lombok Tengah, akhirnya party ini digagalkan oleh aparat kepolisian setempat.
Management Indonesia Backpacker Hostels pun membantah tudingan akan menyelenggarakan malam Gender Bender Party di hotelnya yang melibatkan kaum LBGT.
Gender Bender Party awalnya akan dilaksanakan pada Jumat malam (12/7/2024) itu, diprotes oleh warga masyarakat sekitar berdirinya hotel, sehingga aparat kepolisian bertindak tegas untuk melarang pihak hotel menggelar pesta tersebut.
Tour and event manager Indonesia Backpacker Hostels (IBH), Meita, menjelaskan, mencuatnya ke permukaan Gender Bender Party di hotelnya, karena miskomunikasi saja, dan sudah terlanjur viral di media sosial, sehingga menimbulkan berbagai penafsiran negative.
‘’Sangat tidak mungkin hotelnya akan menggelar party yang melibatkan kaum LBGT,’’ katanya kepada media ini Kamis sore (25/7/2024).
Awal munculnya Gender Bender Party ini, ketika ada salah seorang tamu berkebangsaan Amerika yang menginap di hotelnya, mengusulkan bagaimana kalau party regular yang rutin digelar pihak IBH, untuk agenda Jumat malam 12 Juli, temanya Gender Bender Party. ’’Karena dianggap menarik pihak hotel menyetujui keinginan tamu tersebut,’’ jelasnya.
Saat memberikan keterangan, Meita didampingi oleh assisten operational manager, Yanti, dan Adam De Vries, selaku CEO Hotel, yang berada di kawasan Wisata Kuta Mandalika Lombok Tengah.
Dijelaskan, gender bender kalau di party hostel dimana-mana sudah menjadi hal yang biasa seperti itu, tapi mungkin di Mandalika baru pertama kali diadakan sehingga mendapat protes dari warga.
Namun demikian, karena mendapat protes dari warga akibat event tersebut sempat viral di media sosial, akhirnya pihak hotel membatalkan gender bender party tersebut.
‘’Pihak hotel akhirnya memutuskan untuk membatalkan kegiatan itu, termasuk party regular yang sudah menjadi scedulnya pihak hotel juga kami batalkan, karena kuatir akan terjadi sesuatu, karena pihak hotel sempat menerima ancaman terkait acara party itu,’’ jelasnya.
Ditambahkan, pihak management hotel juga sudah berkoordinasi dengan aparat desa, aparat kepolisian, untuk menjelaskan dan klarifikasi terkait gender bender party yang batal digelar itu.
‘’Saya juga jelaskan gender-bender party itu sebenarnya bukan acara komunitas LBGT. Sama halnya dengan kita yang merayakan 17 Agustus. Misalnya ada pertandingan sepak bola atau dangdutan bapak-bapak pakai daster baju istrinya, ini sebenarnya persoalan kostum saja,’’ kilahnya.
Tujuan dilakukan klarifikasi, tambahnya, agar beritanya tidak membias, takutnya nanti hotel tempat kerjanya ini diduga memang mendukung kegiatan LBGT, padahal tidak seperti itu.
‘’Karena mungkin di sosial media di upload dan dibuatkan narasi kalau ini acaranya untuk kaum pelangi segala macam, sehingga terjadi multi penafsiran,’’ jelasnya seraya menambahkan kalau informasi kegiatan itu dibuat sendiri oleh tamu yang menginisiasi tersebut dan diupload sendiri ke media sosialnya tanpa sepengetahuan pihak hotel.
Diberitakan sebelumnya, polisi gagalkan Pesta yang diduga Komunitas LBGT di Kawasan Mandalika. Acara Gender Bender Party akan dilaksanakan Jumat malam (12/7/2024) itu, di salah satu hotel dan dikelola warga negara asing (WNA) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah (Loteng) akhirnya batal digelar.
Kasi Humas Polres Lombok Tengah IPTU Lalu Brata Kusnadi menegaskan, sebelum kegiatan dimulai, petugas kepolisian lebih dulu tiba di lokasi. Pembatalan dilakukan setelah aparat kepolisian mendatangi lokasi rencana kegiatan dan bertemu dengan pihak penyelenggara.
Kuat dugaan acara tersebut adalah pesta untuk lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang bertentangan dengan norma adat dan agama. “Petugas datang setelah menerima laporan dari masyarakat dan melakukan pendekatan dengan pihak panitia agar tidak bersikukuh melaksanakan kegiatan. Jadi belum terjadi dan party belum dilaksanakan,” jelas Kasi Humas Minggu (14/07/2024). (r01/lth25).
Lombok Tengah, flashlombok.com – Gender Bender Party yang semulaakan digelar oleh Indonesia Backpacker Hostels (IBH), bukanlah party untuk kaum LBGT. Namun demikian karena mendapat sorotan negative dari masyarakats ekitar kawasan wisata Kuta mandalika Lombok Tengah, akhirnya party ini digagalkan oleh aparat kepolisian setempat.
Management Indonesia Backpacker Hostels pun membantah tudingan akan menyelenggarakan malam Gender Bender Party di hotelnya yang melibatkan kaum LBGT.
Gender Bender Party awalnya akan dilaksanakan pada Jumat malam (12/7/2024) itu, diprotes oleh warga masyarakat sekitar berdirinya hotel, sehingga aparat kepolisian bertindak tegas untuk melarang pihak hotel menggelar pesta tersebut.
Tour and event manager Indonesia Backpacker Hostels (IBH), Meita, menjelaskan, mencuatnya ke permukaan Gender Bender Party di hotelnya, karena miskomunikasi saja, dan sudah terlanjur viral di media sosial, sehingga menimbulkan berbagai penafsiran negative.
‘’Sangat tidak mungkin hotelnya akan menggelar party yang melibatkan kaum LBGT,’’ katanya kepada media ini Kamis sore (25/7/2024).
Awal munculnya Gender Bender Party ini, ketika ada salah seorang tamu berkebangsaan Amerika yang menginap di hotelnya, mengusulkan bagaimana kalau party regular yang rutin digelar pihak IBH, untuk agenda Jumat malam 12 Juli, temanya Gender Bender Party. ’’Karena dianggap menarik pihak hotel menyetujui keinginan tamu tersebut,’’ jelasnya.
Saat memberikan keterangan, Meita didampingi oleh assisten operational manager, Yanti, dan Adam De Vries, selaku CEO Hotel, yang berada di kawasan Wisata Kuta Mandalika Lombok Tengah.
Dijelaskan, gender bender kalau di party hostel dimana-mana sudah menjadi hal yang biasa seperti itu, tapi mungkin di Mandalika baru pertama kali diadakan sehingga mendapat protes dari warga.
Namun demikian, karena mendapat protes dari warga akibat event tersebut sempat viral di media sosial, akhirnya pihak hotel membatalkan gender bender party tersebut.
‘’Pihak hotel akhirnya memutuskan untuk membatalkan kegiatan itu, termasuk party regular yang sudah menjadi scedulnya pihak hotel juga kami batalkan, karena kuatir akan terjadi sesuatu, karena pihak hotel sempat menerima ancaman terkait acara party itu,’’ jelasnya.
Ditambahkan, pihak management hotel juga sudah berkoordinasi dengan aparat desa, aparat kepolisian, untuk menjelaskan dan klarifikasi terkait gender bender party yang batal digelar itu.
‘’ Saya juga jelaskan gender-bender party itu sebenarnya bukan acara komunitas LBGT. Sama halnya dengan kita yang merayakan 17 Agustus. Misalnya ada pertandingan sepak bola atau dangdutan bapak-bapak pakai daster baju istrinya, ini sebenarnya persoalan kostum saja,’’ kilahnya.
Tujuan dilakukan klarifikasi, tambahnya, agar beritanya tidak membias, takutnya nanti hotel tempat kerjanya ini diduga memang mendukung kegiatan LBGT, padahal tidak seperti itu.
‘’Karena mungkin di sosial media di upload dan dibuatkan narasi kalau ini acaranya untuk kaum pelangi segala macam, sehingga terjadi multi penafsiran,’’ jelasnya seraya menambahkan kalau informasi kegiatan itu dibuat sendiri oleh tamu yang menginisiasi tersebut dan diupload sendiri ke media sosialnya tanpa sepengetahuan pihak hotel.
Diberitakan sebelumnya, polisi gagalkan Pesta yang diduga Komunitas LBGT di Kawasan Mandalika. Acara Gender Bender Party akan dilaksanakan Jumat malam (12/7/2024) itu, di salah satu hotel dan dikelola warga negara asing (WNA) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah (Loteng) akhirnya batal digelar.
Kasi Humas Polres Lombok Tengah IPTU Lalu Brata Kusnadi menegaskan, sebelum kegiatan dimulai, petugas kepolisian lebih dulu tiba di lokasi. Pembatalan dilakukan setelah aparat kepolisian mendatangi lokasi rencana kegiatan dan bertemu dengan pihak penyelenggara.
Kuat dugaan acara tersebut adalah pesta untuk lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang bertentangan dengan norma adat dan agama. “Petugas datang setelah menerima laporan dari masyarakat dan melakukan pendekatan dengan pihak panitia agar tidak bersikukuh melaksanakan kegiatan. Jadi belum terjadi dan party belum dilaksanakan,” jelas Kasi Humas Minggu (14/07/2024). (r01/lth25).





