
Lombok Tengah, newsmataram.id – Di tengah semarak kawasan The Mandalika yang terus berkembang sebagai destinasi sport tourism kelas dunia, denyut ekonomi kerakyatan ikut berdetak kuat melalui kehadiran para pelaku UMKM. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Boom Burger, gerai kuliner yang berlokasi di Bazaar Mandalika dan telah menjadi favorit pengunjung dalam dua tahun terakhir.
Di balik Boom Burger berdiri sosok Yuni, pemilik sekaligus penggerak usaha yang dengan penuh semangat membangun brand lokalnya di kawasan strategis tersebut. Bergabung sebagai bagian dari UMKM Mandalika sejak sekitar dua tahun lalu, ia melihat peluang besar dari geliat pariwisata dan event internasional yang rutin digelar di kawasan ini.
Perpaduan Lokal dan Western dalam Satu Gigitan
Boom Burger tidak hanya menjual burger. Gerai ini menghadirkan kombinasi menarik antara makanan lokal dan western food. Namun, sesuai namanya, burger dan kebab menjadi menu andalan yang paling banyak diburu pengunjung.
“Kami punya berbagai macam makanan lokal dan western food. Yang paling famous di sini itu burger dan kebab. Untuk western food sudah ada pizza, dan juga banyak makanan lokal lainnya,” jelas Yuni, pemilik Boom Burger.
Setiap hari, dalam kondisi normal tanpa event besar, Boom Burger mampu menjual rata-rata 200 burger. Angka tersebut menunjukkan konsistensi pasar yang sudah terbentuk. Selain itu, variasi menu membuat gerai ini fleksibel dalam melayani selera wisatawan domestik maupun mancanegara. Perpaduan ini menjadi strategi cerdas yakni wisatawan internasional menemukan rasa yang familiar, sementara pengunjung lokal tetap bisa menikmati pilihan kuliner yang akrab di lidah.
Lonjakan Omzet Saat Event Internasional
Kehadiran event-event internasional di kawasan Mandalika memberikan dampak signifikan terhadap geliat usaha di Bazaar Mandalika. Ibu Yuni mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada ITDC Mandalika dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) atas konsistensi menghadirkan ajang berskala dunia. Sejumlah event besar seperti MotoGP Mandalika, GT World Challenge Asia, hingga Pocari Run terbukti membawa efek domino bagi UMKM di kawasan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih sekali kepada ITDC Mandalika dan MGPA, karena dengan adanya acara-acara besar seperti MotoGP, GT World Challenge, dan Vokari Run, itu sangat berdampak kepada penghasilan dan omzet kami,” ungkapnya.
Pada hari biasa, penjualan Boom Burger rata-rata mencapai 200 burger per hari. Namun saat gelaran MotoGP berlangsung, angka tersebut melonjak drastis. “Kalau ada event seperti MotoGP Mandalika, omzet kami bisa naik dua sampai tiga kali lipat,” tambah Yuni.
Lonjakan ini bukan sekadar peningkatan angka penjualan. Ia mencerminkan perputaran ekonomi yang lebih luas: meningkatnya kebutuhan tenaga kerja, suplai bahan baku, hingga daya beli pengunjung yang ikut menggerakkan UMKM lainnya di Bazaar Mandalika.
Bazaar Mandalika sebagai Etalase UMKM
Bazaar Mandalika telah menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang dan naik kelas. Di sinilah UMKM bertemu langsung dengan pasar global. Wisatawan yang datang untuk menyaksikan balapan atau mengikuti event olahraga tidak hanya menikmati atraksi utama, tetapi juga pengalaman kuliner lokal yang autentik.
Boom Burger menjadi salah satu contoh bagaimana UMKM mampu memanfaatkan momentum sport tourism secara optimal. Konsistensi event internasional menciptakan arus kunjungan yang stabil sekaligus membuka peluang promosi dari pengalaman para pengunjung.
“Harapan kami ke depannya, semoga kawasan ITDC Mandalika semakin banyak mengadakan event-event besar, supaya wisatawan domestik maupun internasional semakin banyak datang ke Mandalika,” tutup Yuni penuh harap.
Kisah Boom Burger bukan sekadar cerita tentang kuliner cepat saji. Ini adalah potret kolaborasi antara pengelola kawasan, penyelenggara event, dan pelaku UMKM lokal yang tumbuh bersama dalam satu ekosistem pariwisata terpadu.
Di tengah deru mesin dan sorak penonton di sirkuit, ada dapur-dapur sederhana yang bekerja tanpa henti. Ada semangat wirausaha yang berkembang seiring meningkatnya reputasi Mandalika di mata dunia.
Boom Burger menjadi simbol kecil dari dampak besar sebuah destinasi kelas internasional. Ketika event dunia hadir secara konsisten, ekonomi lokal pun ikut “meledak” sebagaimana namanya: Boom Burger.
Priandhi Satria, Direktur Utama PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA), perusahaan yang ditunjuk untuk mengelola Pertamina Mandalika International Circuit oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), menyampaikan bahwa dampak ekonomi bagi UMKM memang menjadi salah satu tujuan utama penyelenggaraan event internasional di Mandalika.
“Setiap event yang kami hadirkan di Mandalika tidak hanya berbicara tentang balapan atau olahraga semata, tetapi juga tentang bagaimana ekonomi lokal bergerak. UMKM seperti Boom Burger adalah bagian penting dari ekosistem ini,” ujar Priandhi Satria.
Priandhi Satria menambahkan bahwa MGPA terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan setiap ajang internasional memberikan multiplier effect yang nyata bagi masyarakat sekitar. “Kami ingin Mandalika menjadi contoh sukses sport tourism Indonesia, di mana dampaknya langsung dirasakan pelaku usaha lokal. Ketika sirkuit ramai, Bazaar Mandalika juga harus ramai. Ketika penonton datang, UMKM harus ikut merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Menurut Priandhi Satria, keberadaan UMKM di kawasan The Mandalika menjadi wajah keramahan dan kearifan lokal yang melengkapi megahnya infrastruktur sirkuit bertaraf dunia. Kuliner, kerajinan, hingga produk lokal lainnya adalah bagian dari pengalaman menyeluruh yang ditawarkan Mandalika kepada dunia.(Lth19/r01).





