
Lombok Tengah, newsmataram.id – Ajang balap internasional seperti MotoGP tidak hanya menghadirkan adrenalin tinggi dan hiburan bagi para penggemar, tetapi juga menjadi momentum penting dalam pemberdayaan masyarakat lokal.
Di Indonesia, khususnya di Sirkuit Internasional Mandalika, ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 menjadi contoh nyata bagaimana relawan (volunteer) berperan sentral dalam kesuksesan penyelenggaraan event berskala global.
Menurut Nurjanah Firdaus Dewi selaku Supervisor Human Capital dan General Affair (HCGA) Mandalika Grand Prix Association (MGPA), volunteer memiliki peran strategis yang melampaui sekadar tenaga tambahan. “Volunteer bukan hanya membantu operasional, tetapi juga menjadi representasi masyarakat lokal yang mendukung Mandalika sebagai destinasi internasional,” ujarnya.
Selaku penanggung jawab Sumber Daya Manusia di MGPA, Nurjanah Firdaus Dewi menjelaskan, untuk memastikan sistem administrasi yang efisien dan terorganisir, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) bekerja sama dengan Bank Mandiri dalam membuka rekening bagi para relawan. Proses ini dimulai dengan pengumpulan dan verifikasi data relawan oleh tim Human Capital & General Affair (HCGA) MGPA. Setelah data diverifikasi, MGPA mengajukan pembukaan rekening massal ke Bank Mandiri.
Sebanyak 1.663 rekening baru berhasil dibuka untuk keperluan pembayaran honor relawan MotoGP Mandalika 2025. Rekening ini mencakup relawan dari berbagai bidang, seperti Hospitality, Accreditation, Traffic Management, Logistic Support, dan Media Center Support, yang tersebar di wilayah Lombok Tengah, Mataram, Lombok Barat, Dompu, dan Bima.
Setelah proses verifikasi dan aktivasi rekening oleh Bank Mandiri, honor relawan ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Proses ini memerlukan waktu antara 1 hingga 14 hari kerja setelah rekapitulasi absensi dan verifikasi data. Rentang waktu ini memastikan transparansi dalam pembayaran dan sekaligus mendukung literasi keuangan para relawan.
Terkait kepemilikan rekening yang telah dimiliki volunteer, Nurjanah Firdaus Dewi menjelaskan,”Bagi relawan yang sudah memiliki rekening Bank Mandiri aktif, mereka tidak diwajibkan membuka rekening baru. Namun, jika rekening lama tidak aktif, tidak dapat diverifikasi, atau tidak sesuai dengan data identitas dalam sistem MGPA, maka relawan difasilitasi untuk membuka rekening baru. Hal ini memastikan bahwa setiap relawan dapat menerima honor dengan lancar dan tepat waktu.”
“Sebanyak 2.050 relawan terlibat dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025. Sebagian besar relawan berasal dari Lombok Tengah dan sekitarnya (70%), diikuti oleh Mataram dan Lombok Barat (20%), serta Dompu dan Bima (10%),”ujar Nurjanah Firdaus Dewi.
Lebih lanjut Nurjanah Firdaus Dewi menambahkan, distribusi ini mencerminkan upaya MGPA dalam memberdayakan sumber daya manusia lokal dan memperkuat rasa memiliki terhadap event internasional yang berlangsung di Mandalika.
Nurjanah Firdaus Dewi menjelaskan pemanfaatan relawan memberikan berbagai manfaat strategis bagi MGPA, diantaranya efisiensi Sumber Daya Manusia. relawan membantu dalam berbagai aspek operasional, sehingga mengurangi beban kerja staf tetap dan meningkatkan efisiensi.
Termasuk Peningkatan Partisipasi Masyarakat Lokal: Keterlibatan masyarakat lokal dalam event internasional seperti MotoGP memperkuat sense of belonging dan kebanggaan terhadap daerahnya. Peningkatan Citra Positif, Melalui pemberdayaan generasi muda dan masyarakat lokal, MGPA dan ITDC Group dapat meningkatkan citra positif sebagai organisasi yang peduli terhadap pengembangan komunitas.
Transfer Knowledge dan Pengalaman Kerja: Relawan mendapatkan pengalaman langsung dalam bidang event management, hospitality, dan keselamatan, yang dapat menjadi bekal berharga untuk karier mereka di masa depan. Pembinaan SDM Lokal: Melalui pelatihan dan pengalaman, relawan dapat mengembangkan keterampilan yang mendukung keberlanjutan event internasional di Mandalika.
Penggunaan relawan dalam penyelenggaraan event MotoGP bukanlah hal baru. Berbagai negara telah menerapkan sistem serupa dengan pendekatan yang beragam.
Australia: Menurut laman Australian Motorcycle Grand Prix 2025, setiap tahun, lebih dari 600 relawan terlibat sebagai Race Officials dalam Australian Motorcycle Grand Prix. Mereka menjalankan berbagai peran, seperti Flag Marshal, Communications, dan Track Marshal. Setiap relawan diberikan dua tiket tamu, akses ke sirkuit selama tiga hari, serta fasilitas camping gratis di area sirkuit.
Jerman (Sachsenring): Menurut laman ADAC Motorsport Jerman, relawan di Grand Prix Jerman berperan sebagai steward di tribun penonton, area event, dan area parkir. Mereka menerima tunjangan, paket suvenir, dan kesempatan untuk membeli tiket dengan harga diskon untuk keluarga atau teman.
Prancis (Le Mans): Menurut laman Eventsvolunteer, relawan di MotoGP Prancis berkontribusi dalam berbagai aspek, termasuk pengelolaan area penonton dan dukungan logistik. Mereka memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari tim MotoGP yang ikonik dan berkontribusi pada event motorsport bergengsi.
Keberhasilan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 tidak lepas dari peran vital para relawan yang dengan dedikasi tinggi mendukung setiap aspek operasional event.
Melalui kolaborasi yang solid antara MGPA, Bank Mandiri, dan masyarakat lokal, sistem administrasi yang efisien dan transparansi dalam penyaluran honor dapat terwujud dengan baik. Pengalaman ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi relawan, tetapi juga menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam skala internasional.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menjelaskan bahwa volunteer bukan hanya sebagai tenaga pendukung, tetapi juga sebagai representasi dari keramahan dan profesionalisme Indonesia di mata dunia. Proses seleksi volunteer dimulai dengan pendaftaran terbuka yang menarik minat masyarakat, terutama generasi muda Nusa Tenggara Barat (NTB).
Priandhi Satria mengapresiasi tingginya antusiasme tersebut dan menekankan pentingnya proses seleksi yang transparan dan profesional. “Kami ingin membangun tim yang tidak hanya terampil, tetapi juga berintegritas tinggi,” ujarnya.
Priandhi Satria menegaskan bahwa volunteer adalah bagian yang tidak terpisahkan dari setiap event internasional di Mandalika. Keberhasilan event ini sangat bergantung pada dedikasi dan profesionalisme para relawan yang bekerja di lapangan. “Volunteer adalah bagian yang tidak terpisahkan dari setiap event internasional di Mandalika,” ujarnya.
Priandhi Satria menggarisbawahi bahwa keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 tidak terlepas dari peran besar para relawan. Ia menyebut mereka sebagai “garda terdepan” yang menghadirkan kesan positif bagi penonton dan tamu internasional. “Volunteer adalah wajah pertama yang dilihat penonton ketika datang ke sirkuit. Mereka bukan sekadar membantu teknis di lapangan, tetapi juga membawa semangat keramahtamahan masyarakat Indonesia,” ujar Priandhi Satria.
Menurutnya, pelatihan yang diberikan kepada para volunteer tidak hanya untuk kebutuhan acara, tetapi juga menjadi bekal keterampilan dan etika kerja profesional bagi anak muda lokal. “Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi sarana pembelajaran. Mereka mendapat pengalaman internasional, mengenal standar keselamatan, manajemen massa, hingga cara berkomunikasi dengan pengunjung dari berbagai negara,” jelasnya.
Lebih lanjut, Priandhi Satria menambahkan program volunteer juga memiliki dimensi sosial-ekonomi yang penting. “Kehadiran mereka membantu menciptakan ekosistem kerja yang inklusif. Selain memperoleh pengalaman berharga, para volunteer ikut merasakan manfaat ekonomi melalui perputaran kegiatan di sekitar sirkuit,” ujarnya.
Priandhi Satria berharap, pengalaman ini mendorong lebih banyak generasi muda Lombok dan Nusa Tenggara Barat untuk berpartisipasi di ajang internasional lain di masa mendatang. “Kami ingin volunteer Mandalika menjadi contoh bahwa kerja dengan hati, disiplin, dan semangat kebersamaan adalah bagian dari kesuksesan besar bangsa,” pungkas Priandhi Satria.
Dengan melihat praktik serupa di negara lain, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan sistem relawan yang profesional dan berdampak positif bagi penyelenggaraan event internasional di masa depan. (mtr01/gp17).





