Beranda / Olahraga / Lomba Panah Tradisional Jawa Barat Sabet Medali Emas

Lomba Panah Tradisional Jawa Barat Sabet Medali Emas

Mataram, newsmataram.id – Pada perlombaan Panah Tradisional inorga Perpatri Nusantara Jaya di Stadion 17 Desember, pada kelas Jemparingan Bandul Umum Perseorangan Putra pemanah Tata Saripudin asal Jawa Barat berhasil meraih medali emas disusul Syamsuddin dari Kalimantan Timur medali perak dan Ardiansyah asal Kalimantan Selatan medali perunggu.

Sementara di kelasJemparingan Bandul Umum Perseorangan Putri, pemanah Hera Hastuti dari Kalimantan Timur raih medali emas, sedangkan Leny Sumiarti asal Kalimantan Selatan raih medali perak dan medali perunggu disabet Imash Karismania asal Jawa timur.

Sebelumnya Kalimantan Timur menambah satu medali emas dari cabang panahan setelah atlet pemanah Zainul Inron Rifai, berhasil unggul juara satu dalam babak final yang digelar di Gelanggang Olah Raga Turida Mataram, Selasa 29 Juli 2025.

Sementara di posisi kedua diraih atlet pemanah asal Papua Tengah Abi Abdullah dan di posisi ketiga diraih atlet panahan asal Jawa Timur Ahmad Habibi, disusul posisi keempat Widianto asal Jawa Tengah.

Zainul Imron yang berasal dari Samarinda Kalimantan Timur ini, berlaga di kelas dewasa perorangan dan berhasil menyisihkan tiga atlet pemanah lainnya yang berasal dari Papua Tengah, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Persaingan sengit terjadi di cabang panahan kelas dewasa putra ini. Karena salah satu atlet yang masuk dalam babak final ini merupakan atlet panahan internasional berasal dari Jawa Timur Ahmad Habibi, yang baru saja habis berlaga di Turki mewakili Indonesia.

Ahmad Habibi hanya mampu bercokol di posisi ketiga setelah dikalahkan dalam semi final oleh pemanah asal Papua Tengah Abi Abdullah.

Ahmad Habibi mengatakan, pada saat bertarung di babak semi final, busur panahnya retak sehingga mengganggu konsentrasinya. Selain itu, pada saat pertandingan, angin yang bertiup di lokasi pertandingan begitu kencang apalagi arahnya berlawanan dengan lokasi target panahan.

‘’Busur panah saya retak, padahal busur saya ini merupakan busur panah yang terbaik yang saya miliki, yang menyebabkan akurasi bidikannya jadi bermasalah juga,’’ katanya seusai lomba seraya bersukur bisa masuk menjadi juara ketiga. (mtr31/r01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *