
Mataram, newsmataram.id – Penyelenggaraan Festival Olah Raga Rekriasi Nasional (FORNAS) VIII 2025 di Nusa Tenggara Barat, diharapkan mampu mendongkrak perekonomian di daerah ini
‘’ Kita ingin terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTB diatas 5,57 persen untuk sektor di luar tambang saat ini, di tengah segala keterbatasan fiskal yang kita miliki,’’ kata Kepala Dinas Kominfotik NTB, kepada wartawan, Kamis (24/7/2025)
Dijelaskan kalau pemerintah daerah tahun 2025 ini, telah mengalokasikan berbagai program pro rakyat untuk menjawab segala kebutuhan pembangunan yang diperlukan di kisaran 48,34 persen dari total APBD.
Meski demikian, KatabKadiskominfotik, pemerintah daerah membutuhkan percepatan-percepatan melalui kegiatan berdampak besar bagi masyarakat.
‘’Kita perlu triger ekonomi yang kuat, agar bisa mendongkrak pendapatan masyarakat dan tumbuhnya ekonomi lokal yang lebih baik, salah satunya melalui event FORNAS yang diperkirakan akan dihadiri 18.000 oran,’’ sebutnya.
Yusron Hadi membantah kalau dikatakan event Fornas ini menyebabkan pemborosan anggaran. Jumlah APBD NTB 2025 sekitar 6.2 Triliun lebih. Dan 48,34 persen digunakan membiayai pembangunan di luar operasional atu belanja pegawai.
Dari 48,34 persen tersebut, terbagi secara proporsional untuk pembiayaan prioritas di sektor pendidikan 34,54 persen, di kesehatan 24,14 persen, sektor infrastruktur 41,32 persen, semua teralokasi sesuai kebutuhan. Jadi semua apa yang dibutuhkan sesuai grand desain pembangunan sudah tercakup.
Disisi lain, dampak sosial ekonomi dari penyelenggaraan Fornas Insya Alloh lebih besar dari apa yang dianggarkan. Para pelaku transportasi, penginapan, umkm, pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya menerima manfaat.
‘’Kemarin kita sudah perkirakan kalau dampak ekonomi yang timbul bisa mencapai 100-130 Miliar. Strategi ini membuat program prioritas pembangunan tetap dapat berjalan dan upaya percepatan pertumbuhan ekonomi bisa dilakukan,’’ tandasnya.

Kadiskominfotik juga membantah, kalau event Fornas ini minim pelibatan masyarakat. Dari awal sudah disampaikan bahwa kegiatan ini swakelola dengan melibatkan 90 persen lebih vendor lokal.
‘’Bagaimana mungkin kegiatan ini terlaksana bila tidak melibatkan temen-temen kita sejak kedatangan, mereka menginap, berkegiatan, berbelanja, berwisata dan sebagainya,’’ ujarnya.
Ditambahkan kalau dampak positif dirasakan oleh sektor transportasi, penginapan, makan minum, ekonomi kreatif dan sebagainya. Bahkan banyak mahasiswa juga dilibatkan sebagai volounter dan komunitas yang bisa ikut serta dalam rangkaian kegiatan seperti pembukaan atau penutupan maupun menjadi bagian dari inorga yang dilombakan.
‘’Perlu kita ingat, NTB juga InsyaAlloh akan menjadi tuan rumah PON 2028. FORNAS ini sebagai timba pengalaman dan menguji kesiapan kita melaksanakan event olah raga berskala besar,’’ pungkasnya. (mtr24/r01).





