
Mataram, newsmataram.id – Terus bertambahnya warga Perumahan Bumi Gora Permai yang dinyatakan positif demam berdarah membuat warga setempat menjadi resah.
Keresahan warga ini disebabkan belum adanya penanganan yang serius dari instansi terkait untuk memutus rantai penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti tersebut. Dimana virus dengue penyebab DBD ini ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang menggigit dan mengisap darah korbannya, dan biasa terjadi pada pagi atau sore hari.
Belasan penghuni perumahan ini dinyatakan positif terjangkit penyakit deman berdarah dan harus mendapatkan perawatan secara intensif di sejumlah rumah sakit pemerintah dan swasta yang ada di Kota Mataram.
Ketua RT 10 Perumahan Bumi Gora Permai Haji Heriadi, membenarkan kalau keluarganya juga dilarikan ke rumah sakit karena tiba-tiba mengalami demam tinggi yang tidak turun-turun. ‘’Paginya anak saya yang demam tinggi dan dibawa ke rumah sakit. Sore harinya menyusul istri saya yang juga mengalami demam tinggi dan juga dibawa ke rumah sakit,’’ jelasnya.
Ia masih menunggu kepastian dari hasil laboratotium pihak rumah sakit. Apakah dua orang keluarganya itu dinyatakan positif demam berdarah atau tidak. Karena jika dilihat dari demamnya yang tidak turun-turun kuatir kalau akan positif demam berdarah, mengingat sudah ada warganya yang juga dinyatakan positif demam berdarah. ‘’Saya diminta tunggu hasil laboratoriumnya dua hari baru bisa dipastikan’’ jelasnya.
Munculnya penyakit demam berdarah yang dialami warga setempat sudah dilaporkan ke puskemas maupun ke dinas kesehatan namun belum mendapatkan penanganan yang serius, sehingga jumlah warga yang terjangkit penyakit ini terus bertambah.
Ketua RT 09 Perumahan Bumi Gora Permai M. Adam menjelaskan akibat penyakit demam berdarah yang terjadi sekarang ini warganya juga menjadi resah karena belum adanya penanganan yang serius dari instansi terkait. ‘’Saya kuatir kalau kasus penyakit demam berdarah ini tidak segera ditangani jumlahnya akan terus bertambah dan menjadi wabah yang sulit dikendalikan,’’ katanya kepada wartawan, Kamis (03/07/2025).
Adam berharap agar segera ada tindakan nyata dari instansi terkait terutama dari pihak dinas kesehatan kota mataram maupun puskesmas, sebelum jatuhnya korban. ‘’Apa harus menunggu ada warga yang meninggal karena demam berdarah ini, baru akan ditangani,’’ katanya yang didampingi sejumlah warga perumahan bumi gora permai saat ditemui wartawan.
Disebutkan kalau warga yang sudah dinyatakan positif demam berdarah, sudah menyebar ada diantaranya yang tinggal di RT 8, RT 9 dan RT 10. Dan semuanya mendapat perawatan di rumah sakit. ‘’Untuk memutus rantai penyebaran penyakit ini, berharap akan ada foging untuk wilayah perumahan bumi gora permai agar warga yang terjangkit penyakit ini tidak terus bertambah,’’ pintanya.
Adam mengaku bingung, kemana lagi harus akan melaporkan kasus demam berdarah ini, agar mendapat tanggapan dan respon yang cepat sebelum jatuhnya korban.
‘’Kalaupun belum bisa dilakukan foging, rumah warga yang letaknya berdekatan dengan rumah yang dinyatakan positif demam berdarah minimal diberikan obat Abate sebagai langkah antisipasi. Namun sampai saat ini belum ada tindakan semacam itu,’’ tandasnya.
Sejumlah penghuni warga Bumi Gora Permai berharap agar pemerintah Kota Mataram segera mengambil langkah nyata untuk memutus rantai penyebaran demam berdarah ini, karena kuatir akan semakin meluas penyebarannya mengingat cuaca saat ini yang tidak menentu.
Sementara itu pihak puskesmas cakranegara maupun dinas kesehatan kota mataram, sampai berita ini dimuat belum berhasil dikonfirmasi penyebab belum ditangani penyakit demam berdarah yang dialami warga di perumahan ini. (mtr03/r01).





