
Mataram, newsmataram.id – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia dr. Taruna Ikrar mengatakan, seorang farmakolog tugasnya adalah bekerja, apa yang telah ditemukan dibuat oleh para apoteker dilanjutkan untuk pengobatannya kepada pasien.
“Jadi dua profesi yang tidak bisa saling terlepas saling terikat dengan keluarga besar ikatan apoteker Indonesia,” pungkasnya.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud upaya ikatan dalam meningkatkan kompetensi dan keterampilan apoteker Indonesia dalam menjalankan praktek kefarmasian.
‘’Kegiatan Rakernas dan PIT ini merupakan amanah AD/ART ikatan yang harus diselenggarakan minimal 1 kali setiap tahunnya,’’ kata apt Noffendri Roestam, S.Si.
Tahun 2024, merupakan tahun kesepuluh IAI menyelenggarakan kegiatan Rakernas dan PIT ini. Tentunya banyak pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan oleh apoteker untuk dapat melaksanakan praktek kefarmasian yang terukur, terstandar dan berkualitas di fasilitas produksi, distribusi dan pelayanan kefarmasian
Melalui tema “Weaving Progress: Integrating Pharmaceutical Sciences into The Global Health System”, profesionalisme apoteker akan semakin berkualitas peranannya terhadap kesehatan masyarakat dan dapat berpartisipasi dalam transformasi SDM kesehatan di Indonesia. Hal ini selaras dengan amanat UU No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Pertemuan Ilmiah Tahunan IAI Tahun 2024 selain dihadiri sekitar dua ribu apoteker dari seluruh Indonesia, saat acara pembukaan juga dihadiri Kadis Kominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy, S.Sos, MM termasuk para apoteker Indonesia yang hadir dari berbagai institusi yang meliputi Rumah Sakit, Puskesmas, Apotek, Pedagang Besar Farmasi (Distributor), industri obat, industri obat tradisional, industri kosmetik, Perguruan Tinggi Farmasi, dan pemerintahan.
Penjabat Gubernur NTB diwakili Asisten III Setda NTB, H. Wirawan Ahmad memberikan apresiasi Rakornas dan Temu Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia di Lombok NTB.
Acara yang dilaksanakan serangkaian acara Rakornas tahunan Annual Meeting ini, sebelumnya pernah diselenggarakan di kota Solo Jawa Tengah.
Tahun ini Mataram dipilih menjadi tuan rumah di acara tersebut yang berlangsung 29 Agustus – 31 Agustus 2024.
Asisten III Setda NTB, H. Wirawan Ahmad mengajak kepada para peserta untuk menikmati keindahan alam NTB, seperti pantai, air terjun Sembalun dan tempat wisata lainnya.
“Dimana Lombok sebagai tempat berwisata maka nikmatilah keindahannya selama disini,” ujarnya.
Wirawan Ahmad berharap bagi siapa saja yang Satuan Kredit Partisipasi (SKP) nya belum beralih ke seumur hidup dan bermasalah dalam mengaktifkannya, agar mengikuti Bimtek untuk melihat prosedural mengaktifkan SKP karena acara ini sangat langka, jadi harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin acara yang berlangsung selama 3 hari ini.
“Silahkan manfaatkan kesempatan ini karena ini merupakan kesempatan yang sangat langka,” katanya saat membuka Rakornas dan Temu Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia, di Mataram (29/8/2024).
Untuk diketahui SKP adalah ukuran partisipasi apoteker dalam kegiatan praktik profesi, pengabdian, pembelajaran berkelanjutan, pengembangan ilmu, dan publikasi ilmiah selama masa berlaku Sertifikat Kompetensi (SKPA). SKP merupakan bentuk penghargaan terhadap aktivitas yang diikuti oleh apoteker. (mtr29/r01).





