
Lombok Tengah, newsmataram.id – Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, SIK membantah terkait kasus kasus penemuan mayat di disalah satu kos di Kecamatan Pujut tersebut sudah SP3kan atau dihentikan.
Salah satu upaya untuk mengungkap kasus tersebut, Polres Lombok Tengah saat ini masih menunggu hasil digital forensic, jadi membutuhkan waktu cukup lama.
“Kami Polres Lombok Tengah tidak pernah menghentikan kasus tersebut, kasusnya masih berjalan dan Sat Reskrim masih bekerja untuk mencari petunjuk – petunjuk baru dan alat bukti baru yang mengarah ke pembunuhan,” ujar Kapolres Loteng AKBP Iwan Hidayat, SIK saat ditanya wartawan saat konfrensi pers, Jumat (19/4/2024).
Iwan menyampaikan pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalam dan upaya maksimal termasuk mencari keberadaan alat-alat bukti yang sempat viral, pihaknya saat sedang mengusahakan untuk menemukannya.
“Sekali lagi saya menegaskan tidak benar bahwa penyidik sat reskrim menghentikan kasus tersebut, kalau ada bukti – bukti baru yang kita peroleh nanti kita akan sampaikan. Jadi korban bunuh diri itu berdasarkan hasil outopsi dari dokter forensik, tetapi itu tidak menutup kemungkinan berkembang, jadi kami tidak pernah menghentikan kasus ini di hasil outopsi,” tegasnya.
Kapolres menambahkan, jadi sementara ini, kasus penemuan mayat yang diduga bunuh diri itu masih berbicara hasil outopsi, anggota polres lombok tengah masih bekerja, dan mohon doanya agar kasus ini dapat terungkap.
“Kejadian penemuan mayat tersebut belum final, mudah-mudahan dalam waktu dekat hasil digital forensiknya selesai, sehingga dapat kita bisa ungkap kasus penemuan mayat tersebut, mohon doanya,’’ kata Kapolres.
Diberitakan sebelumnya Sat Reskrim Polres Lombok Tengah bersama Polsek Kawasan Mandalika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat seorang perempuan di salah satu kamar kos di Dusun Baturiti Desa Kuta Kecamatan Pujut.
Mayat perempuan tersebut atas nama Heni Sukmawati (25) merupakan warga Dusun Bedus Desa Bangket Parak Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Korban sehari-hari bekerja sebagai karyawan disalah satu Resort yang ada di Lombok Tengah. (r01/plth19).





