Beranda / Regional / Meresahkan, Beredar Penipuan  Akun Palsu Bawa Nama  Penjabat Gubernur  di Medsos

Meresahkan, Beredar Penipuan  Akun Palsu Bawa Nama  Penjabat Gubernur  di Medsos

Mataram, newsmataram.id – Aksi penipian dengan membawa nama pejabat di lingkup pemprov NTB masih saja terjadi. Kali ini yang menjadi korban adalah PJ Gubernur NTB, dimana ditemukan akun palsu yang mengatasnamakan Drs H Lalu Gita Ariadi.

Tim Bidang Sandi dan Keamanan Informasi Diskominfotik NTB kembali menemukan akun palsu atasnamakan Pj Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, dengan modus meminta imbalan sebagai syarat mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi NTB.

Beredarnya akun palsu itu, dibenarkan oleh Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M ,  dan kasus tersebut dilaporkan ke  aparat pengak hukum dan mengambil langkah takedown pada salah satu akun palsu dengan melaporkannnya ke KemKominfo RI, BSSN dan Cyber Crime Polda NTB.

“Iya, sudah kita proses laporan takedown. Kali ini kita kembali temukan Akun Palsu atasnamakan Lalu Gita Ariadi dan Akun WA Palsu atasnamakan PJ Gubeenur Lalu Gita Ariadi”, jelas Doktor Najam disela-sela Halal Bi Halal Syawal Pemprov NTB.

Doktor Najam menghimbau kepada warganet, agar lebih bijak dan berhati – hati dalam menerima informasi di sosial media yang mengatasnamakan pimpinan daerah.

“Sekali lagi kita minta warganet, khususnya warga NTB agar bijak, berhati-hati dan cerdas saat menerima informasi penerimaan bantuan/sumbangan/hibah/bantuan sosial, baik untuk ponpes, masjid dan lembaga lainnya. Langkah pertama agar cek dan ricek Akunnya dan No WA nya, lakukan konfirmasi ke Pihak Pemprov secara langsung sebelum melakukan tindakan lain, seperti transfer dana pengganti dan lainnya,’’ kata  Kadis Kominfotik NTB.

Untuk diketahui bahwa platform digital seperti Facebook melalui aplikasi mesengger dan Paltform komunikasi digital sering digunakan untuk modus penipuan kejahatan digital.  “Selain karena kedua platform tersebut mudah dihack dan dikloning juga dikarenakan safety digital kita masih rendah, mudah percaya dan tidak melakukan cek dan ricek terlebih dahulu. Karenanya Bijak, sehat dan hati-hati dalam bermedia sosial menjadi sangat penting,” jelasnya. (r01/dk16).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *