Beranda / UMKM / Anggaran Minim, NTB Mall Bertekad Tingkatkan Penjualan Produk UMKM

Anggaran Minim, NTB Mall Bertekad Tingkatkan Penjualan Produk UMKM

Mataram, newsmataram.id – Kepala Dinas Perdagangan NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si, menegaskan, NTB Mall yang sekarang ini  sedang berproses baik dari segi peningkatan omzet penjualan maupun penataan lokasi yang baru ditempati sejak September 2023. Dimana lokasi sebelumnya berada di halaman Kantor Dinas Perdagangan NTB.

Untuk menarik masyarakat datang berkunjung ke NTB Mall berbagai upaya telah, sedang dan akan dilakukan, sehingga nantinya NTB Mall memiliki daya tarik tersendiri dan menjadi icon NTB terhadap buyer maupun wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.

Lokasi NTB Mall yang sekarang berada di kawasan Masjid Islamic Center, sedang berbenah sejak pindah dari tempat lama di Kantor Dinas Perdagangan NTB, sehingga perlu persiapan lebih matang lagi untuk siap dikunjungi oleh buyer lokal maupun mancanegara dalam jumlah besar.

Dicontohkan pihak NTB Mall sudah melakukan MoU dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB. Dimana nantinya HPI akan membawa tamu-tamunya untuk berkunjung ke NTB Mall.

Selaian dengan HPI, NTB Mall juga sudah melakukan kolaborasi dengan banyak pihak termasuk dengan kamar dagang dan industry.

Program lainnya awal tahun ini adalah akan membuat pintu masuk baru. Kalau sekarang ini, setiap tamu yang mau masuk atau berbelanja ke NTB Mall, masukknya melalui pintu Masjid Islamic Centre. Dan pintu baru ini aksesnya nanti langsung menuju halaman parkir NTB Mall, tanpa perlu berputar lagi  harus masuk melalui jalur pintu masuk masjid.

‘’Gedung NTB Mallnya sudah  bagus, namun akses pintu masuknya masih jauh  dari lokasi. Dan kami targetkan tahun ini pintu masuk itu harus sudah selesai,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan NTB, menanggapi keluhan anggota DPRD NTB  terkait sepinya pengunjung yang berbelanja di NTB Mall.

Baiq Nelly menambahkan, untuk meramaikan masyarakat yang berkunjung ke NTB Mall, sudah dijadwalkan untuk memperbanyak event-event di halaman depan NTB Mall, salah satunya yang terdekat adalah kegiatan hasanah ramadhan. Setelah itu akan digelar juga event-event regular yang menarik masyarakat untuk berkunjung ke NTB Mall.

Yang terpenting lagi menurut Kadis Perdagangan, agar NTB Mall bisa berjalan sesuai harapan, pada tahun 2024 ini dibutuhkan dana tidak kurang dari lima miliar, termasuk untuk renovasi lantai dua, operasional dan biaya promosi baik tujuan regional maupun mancanegara.  ‘’Target kita adalah produk lokal ini terpromosikan dan terbeli,’’ ujarnya.

Diakuinya kalau promosi NTB Mall  belum dilakukan secara masif, akibat terbatasnya anggaran dana yang diperoleh untuk melakukan promosi. Ironisnya hampir tujuh puluh persen dana yang didapat habis untuk gaji pegawai dan operasional NTB Mall.

‘’Pada saat baru berdiri saja, saat masih menempati gedung lama di Kantor Perdagangan NTB, diberikan dana sebesar 1,5 miliar. Dan pada tahun 2023 lalu, hanya diberikan anggaran 300 juta, sudah termasuk untuk gaji karyawan. Dan tahun 2023 itu tidak diberikan dana pameran atau promosi. Dengan anggaran sebesar itu apa yang bisa dilakukan,’’ katanya dengan tanda tanya.

Untuk tahun 2024 ini, tidak ada juga anggaran dana promosi. Yang dianggarkan hanya sebatas untuk gaji dan operasional NTB Mall. ‘’Saya bersukur dengan keterbatasan anggaran itu, semangat kerja karyawan NTB Mall tetap tinggi, untuk memajukan UMKM di daerah ini,’’ ujarnya.

Dicontohkan, pada tahun 2023, dengan keterbatasan anggaran yang didapat, NTB Mall bisa mencapai omzet 2,4 miliar. Dan tahun  2024 ini ditargetkan semoga mencapai diatas tiga miliar.

Baiq Nelly berharap, agar anggota dewan terketuk hatinya untuk memberikan kebijakan khusus demi  keberlangsungan NTB Mall, karena bagaimanapun juga NTB Mall ini membuktikan pertumbuhan ekonomi masyarakat NTB.

‘’Mereka bisa berproduksi dan menghasilkan sebuah produk, tinggal bagaimana pemerintah memfasilitasi, mempromosikan dan menjual produk mereka,’’ jelasnya seraya menambahkan jumlah UMKM yang terdaftar secara online di NTB ini tidak kurang dari empat ribu UMKM. Dan yang baru bisa ditampung secara offline sekitar dua ratus UMKM, dengan 14 ribu produk.

Selain mengisi stand-stand yang ada di NTB Mall, UMKM juga sudah ada yang bertransaksi langsung dengan buyer yang ada di luar negeri, yang difasilitasi oleh NTB Mall sebagai pintu masuknya.

Dijelaskan, sejak berdirinya NTB Mall ini, digalakkan program industrialisasi, hasilnya bisa dilihat sekarang ini. Semakin banyak hasil program industrialiasi masyarakat, maka kewajiban pemerintah daerahlah untuk membantu mempromosikan dan menjualkannya.

‘’Jangan kita biarkan masyarakat jalan sendiri, karena akses pasar dan sebagainya juga dimiliki oleh pemerintah. Disitulah Dinas Perdagangan masuk dengan program unggulan bela beli pruduk lokal,’’ jelasnya.

Dan yang menjadi catatan bersama adalah bahwa NTB sudah mulai dengan program hilirisasi yang diterapkan pemerintah pusat, dengan membeli produk lokal. Dan tidak mungkin hilirisasi akan tercapai kalau proses industrialiasasi tidak dilalui dulu

‘’Alhamdulillah NTB sudah lima tahun melalui proses industrialisasi, dan melalui ntb mall ini proses hilirisasinya,’’ katanya. (m01/r20).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *