Beranda / Kota Mataram / Tuntut Pembayaran Sertifikasi, Puluhan Guru Demo Kantor Kemenag NTB

Tuntut Pembayaran Sertifikasi, Puluhan Guru Demo Kantor Kemenag NTB

Mataram, newsmataram.id – Puluhan guru melakukan aksi unjuk rasa damai dari Forum Keluarga Besar Darul Aminin (FKBDA) yang menuntut  permasalahan pembayaran sertifikasi Guru serta pengembalian akun absensi Guru, di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB Jalan Udayana Kota Mataram, mendapat pengawalan ketat Polresta Mataram, Kamis 26 Oktober 2023.

Dalam orasinya pengunjuk rasa mengatakan sertifikasi yang mereka miliki  tidak bisa dibayarkan, akibat akun milik sekolah merka dibekukan oleh pihak kemenag. Dampak lainnya, mereka tidak bisa obsen secara online yang sudah barang tentu akan menghambat pembayaran sertifikasi mereka.

Dalam orasinya pengunjuk rasa juga mengatakan, sudah melakukan hearing ke kantor kemenag lombok tengah, bahkan ke DPRD Lombok tengah, namun tidak membuahkan hasil. Karena itu, mereka menuntut tanggungjawab kemenag ntb untuk menyelesaikan persoalan ini.

Pengunjuk rasa diterima Kabid Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi NTB H. Muhamad Amin, MPd didampingi Kasi Guru H. Abdul Manan,S.Sos, MM yang berjanji meneruskan ke Ombusman.

Unjuk rasa ini mendapat pengawalan ketat dari Polresta Mataram dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polresta Mataram Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan SH MH, didampingi Kasat Intelkam Kompol Hatta SIP, Kasat Sabhara Kompol Supyan Hadi SH, Kasi Propam Iptu Mutawalli ST MM, Kasi Humas Iptu Wiwin Widarti dan 209 personel gabungan yang dilibatkan.

Kapolresta Mataram melalui Kabag Ops Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan SH MH menjelaskan, untuk pengamanan ini sesuai surat perintah diterjunkan sebanyak 209 personel gabungan staf, Polsek dan Satgas OMB Rinjani 2023-2024.

” Hal ini untuk menjaga situasi Kamtibmas di Wilayah hukum Polresta Mataram agar tetap kondusif untuk mengawal penyampaian aspirasi masyarakat di muka public,’’ jelas kabag ops.

Kabag Ops menambahkan, seluruh personel yang diterjunkan mengedepankan sikap humanis,  oleh karena itu ada Tim Polwan yang diturunkan dan tidak diperbolehkan membawa senjata api.

‘’Selama unjuk rasa berjalan aman dan kondusif serta masa aksi membubarkan diri dengan tertib,’’ pungkasnya. (m01/pm26)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *