
Lombok Utara, newsmataram.id – Siswa SMAN 1 Gerung ditemukan meninggal, setelah terseret arus saat mandi di pantai Setangi Desa Malaka, Kecamatan Pemenang Lombok Barat. Siswa yang meninggal ini bernama Aden Lavida 17 Tahun, laki-laki, alamat BTN Reang Baru Kota Hijau, Kelurahan Tanjung Gunung, Giri Menang, Kecamatan Gerung Selatan.
Sebelum meninggal korban bersama rombongan berjumlah 27 orang dari sekolah SMAN 1 Gerung yang akan melaksanakan liburan. Mereka jalan sendiri-sendiri dari rumah dengan menggunakan kendaraan pribadi.
Setibanya di lokasi kemudian korban mandi sendiri di pantai setangi dan selang beberapa menit kemudian korban langsung ditarik arus gelombang yang besar dan langsung meminta pertolongan.
Empat orang teman korban berusaha melakukan pertolongan dan hampir bisa dilakukan pertolongan, namun sesampai dipinggir tiba – tiba datang ombak besar dan kembali membawa korban ke tengah laut
Sedangkan teman korban yang melakukan pertolongan langsung ke pinggir pantai dikarenakan takut terbawa arus gelombang yang cukup besar. Karena korban terbawa arus kembali ke laut sehingga warga sekitar langsung memberikan pertolongan kembali dan membawa korban ke pinggir pantai.
Polsek pemenang merespon cepat dengan mendatangi tempat kejadian terkait adanya laporan seorang Siswa sekolah SMAN 1 Gerung ditemukan meninggal dunia terbawa arus ombak besar di pantai Setangi Dusun Stangi Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU), Senin 12 Juni 2023 tersebut.
Kapolres Lombok Utara melalui Kapolsek pemenang Iptu Lalu Eka Arya M SH MH menyebutkan, identitas pelajar yang tenggelam bernama Aden Lavida 17 Tahun, berjenis kelamin laki-laki, beralamat BTN Reang Baru Kota Hijau, Kelurahan Tanjung Gunung, Giri Menang, Kecamatan Gerung Selatan
“Korban dibawa ke Puskesmas Nipah menggunakan Ambulance PKM Nipah, setiba di PKM Korban dilakukan pertolongan pertama dan dinyatakan korban sudah meninggal dunia” ujar Kapolsek
Dijelaskan juga Lalu Eka, pantai setangi Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara lokasi korban tenggelam merupakan lokasi yang sering terjadi ombak pasang dan gelombang besar secara tiba-tiba, sehingga sering terjadi adanya warga yang tenggelam.
Sebelum kejadian tersebut Kapolsek Pemenang sudah memasang spanduk himbauan di beberapa titik di pantai wilayah Desa Malaka untuk tidak mandi di pantai, antisipasi cuaca ekstrem. Dan saat itu korban sudah dinformasikan oleh pengelola pantai untuk tidak mandi, akan tetapi korban tidak mengindahkan himbauan pengelola pantai sehingga terjadi kejadian ini.
“Apalagi di wilayah pantai Setangi beberapa bulan yang lalu juga telah terjadi kejadian yang sama” jelas Kapolsek.(LU12/RED)





