
Aceh Utara, newsmataram.id – Pemerintah Provinsi NTB melalui Tim Medis Dukungan NTB terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penanganan bencana banjir di Provinsi Aceh. Memasuki hari keempat penugasan, Tim Medis NTB berhasil memulihkan layanan kesehatan dasar, memperluas jangkauan pelayanan kepada pengungsi, serta memperkuat sistem koordinasi respons bencana di Kabupaten Aceh Utara.
Tim yang dikoordinatori oleh Lalu Madahan, SKM., MPH melaksanakan serangkaian kegiatan strategis di Puskesmas Simpang Tiga Utara dan sejumlah posko pengungsian terdampak banjir.
Tim Medis NTB bersama tenaga kesehatan setempat dan masyarakat melakukan gotong royong pembersihan Puskesmas Simpang Tiga Utara. Upaya ini memungkinkan layanan kesehatan dalam gedung kembali dibuka dan beroperasi secara bertahap.
Pada hari yang sama, puskesmas melayani 35 pasien dengan keluhan kesehatan umum, infeksi kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta layanan kontrol pascabencana. Selain layanan statis, Tim Medis NTB juga mengoperasikan tim kesehatan bergerak ke Posko Pengungsian Matang Keutapang, yang berhasil melayani 62 pengungsi dengan berbagai keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan dan pencernaan.
Sebagai bagian dari pendekatan kesehatan yang komprehensif, Tim Medis NTB melaksanakan kegiatan trauma healing dan dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana di dua lokasi, Puskesmas Simpang Tiga Utara, melalui terapi aktivitas bermain bagi 15 anak usia 3–9 tahun; dan Posko Pengungsian Krung Lingka, melalui intervensi kelompok dan penguatan rutinitas spiritual bagi 19 anak dan remaja usia 4–18 tahun.
Tim Medis NTB juga memberikan dukungan teknis kepada Health Emergency Operations Center (HEOC) Kabupaten Aceh Utara dengan menyusun Peta Respons Bencana Digital berbasis Google MyMaps. Peta ini memuat informasi strategis, distribusi dan status fungsional fasilitas kesehatan. (ikp25r01).
