Site icon NEWS MATARAM

Sumbar Berduka: Kronologi Lengkap Banjir Bandang & Galodo Terjang Agam hingga Limapuluh Kota, Akses Jalan Nasional Lumpuh

Jakarta, newsmataram.id – Bencana hidrometeorologi basah kembali menghantam wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur sejak Rabu malam (26/11) memicu banjir bandang dan tanah longsor (galodo) di sejumlah titik krusial pada Jumat, 28 November 2025.Bencana ini mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur, memutus akses jalan nasional, dan menelan korban jiwa. Berikut adalah kronologi lengkap, dampak kerusakan, dan update terkini dari lokasi kejadian.

Kronologi Kejadian: Hujan Tanpa Henti dan Luapan Sungai

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, petaka bermula dari curah hujan tinggi yang merata di wilayah Bukit Barisan sejak dua hari terakhir.

Dampak Kerusakan: Infrastruktur Putus, Ribuan Warga Mengungsi

Dampak dari bencana ini sangat masif dan melumpuhkan aktivitas ekonomi serta transportasi di Sumatera Barat.

  1. Akses Jalan Nasional Terputus Total

Jalur vital Padang – Bukittinggi via Malalak kembali lumpuh total akibat tertimbun material longsor setinggi 2 meter. Sementara itu, Jalan Lintas Sumbar – Riau di kawasan Pangkalan, Limapuluh Kota, terendam banjir setinggi 1,5 meter, membuat arus logistik antar-provinsi terhenti total sejak pagi tadi.

  1. Kerusakan Pemukiman dan Fasilitas Umum

Di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, tercatat sementara:

  1. Korban Jiwa dan Pencarian

Tim SAR Gabungan hingga Jumat siang (28/11) masih berjibaku melakukan pencarian. Data sementara menyebutkan:

Respons Cepat dan Status Tanggap Darurat

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari ke depan.

Gubernur Sumatera Barat dalam keterangan persnya di Padang meminta seluruh alat berat dikerahkan ke titik longsor. “Prioritas utama kita hari ini adalah evakuasi korban yang masih hilang dan membuka akses jalan yang terisolir agar bantuan logistik bisa masuk,” tegasnya.

BPBD bersama TNI/Polri saat ini fokus pada pembersihan material longsor di jalur Malalak dan distribusi makanan siap saji ke posko pengungsian di Limapuluh Kota.

Ulasan: Ancaman Galodo yang Berulang

Bencana pada akhir November 2025 ini mengingatkan kembali pada trauma “Galodo Marapi” tahun-tahun sebelumnya. Para ahli lingkungan menilai, selain faktor cuaca ekstrem (La Nina), alih fungsi lahan di area hulu sungai dan pertambangan ilegal masih menjadi faktor utama yang memperparah dampak banjir bandang.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu di Gunung Marapi dan Singgalang, mengingat hujan diprediksi masih akan turun hingga awal Desember.

 

Rangkuman Data Bencana Sumbar 28 November 2025

Lokasi Terdampak Jenis Bencana Status Terkini
Kab. Agam (Malalak, Ampek Nagari) Banjir Bandang & Longsor Jalan Putus, Pencarian Korban
Kab. Limapuluh Kota (Pangkalan) Banjir Luapan Sungai Jalan Sumbar-Riau Lumpuh, Rumah Terendam
Kab. Tanah Datar Banjir Lahar Dingin (Susulan) Siaga I, Warga Mengungsi

(jkt01/vrs28).

 

Exit mobile version