
Bima, newsmataram.id – Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 di Pondok Pesantren Al-Aqso, Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, menjadi momentum memperkuat sinergi antara kepolisian dan dunia pesantren.
Wakapolda NTB Brigjen Pol Hari Nugroho, S.I.K., menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai benteng moral bangsa sekaligus mitra penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Upacara yang diikuti sekitar 500 peserta tersebut mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.” Selain dihadiri Wakapolda hadir pula Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo, S.I.K., M.I.K., perwakilan Bupati Bima Afifudin, S.E., M.M., Kasdim 1608/Bima Mayor Inf Oki Nawamuas, Kepala Bank NTB Syariah Cabang Tente Linda Sirajudin, S.E.,serta tokoh agama, masyarakat, dan para santri dari berbagai pesantren di Kabupaten Bima.
Brigjen Pol Hari Nugroho menyampaikan pesan Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang menekankan pentingnya peran santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurutnya, pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter, akhlak, dan cinta tanah air. “Santri bukan hanya pejuang di medan ilmu, tetapi juga penjaga akidah dan moralitas bangsa. Tantangan kita hari ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan kemerosotan akhlak, perpecahan umat, dan penyebaran paham radikal. Di sinilah pesantren berperan sebagai benteng utama umat,” tegas Brigjen Hari.
Ia juga membuka ruang bagi para santri yang ingin bergabung dalam institusi Polri, sebagai bagian dari komitmen memperkuat peran generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Indonesia.
Seusai upacara, dilanjutkan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Yayasan Al-Aqso oleh Wakapolda NTB, sebagai simbol komitmen untuk memperkuat nilai spiritual dan sosial di lingkungan pesantren.
Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo, S.I.K., M.I.K., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa momentum Hari Santri menjadi ruang penting mempererat hubungan antara aparat keamanan dan komunitas pesantren.
“Polri dan pesantren memiliki semangat yang sama dalam menjaga kedamaian. Kami ingin membangun sinergi agar pesantren terus berperan aktif dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif,” ujarnya. (pd22/mtr01).
