
Lombok Tengah, newsmataram.id – Memastikan ketersediaan, keterjangkauan dan keamanan pangan jelang dan selama Ramadhan 1446 H, Komisi IX DPR RI melakukan kunker ke Pasar Renteng, salah satu pasar sentral di Kabupaten Lombok Tengah.
Pasar tradisional ini dipilih karena menjadi barometer pergerakan ekonomi kerakyatan, di mana selama Ramadhan dan Idul Fitri 1446 terjadi peningkatan kebutuhan akan pangan, baik pangan segar atau olahan.
Dampak positif bergeraknya ekonomi kerakyatan juga harus diimbangi dengan pemastian mutu, keamanan dan gizi dari pangan yang tersedia di pasar tradisonal.
Anggota DPR RI, H.M. Muazzim Akbar, S.I.P dan Nurhadi S.Pd., M.H. dari Komisi IX DPR RI hadir langsung blusukan di Pasar Renteng dengan didampingi BBPOM di Mataram, Kemenkes, BPJS Kesehatan, OPD tingkat Provinsi dan Asisten I Setda Lombok Tengah, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan.
Muazzim Akbar yang memimpin langsung kunker spesifik ini, menegaskan bahwa pengawasan ketat dilakukan untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok menjelang Ramadhan,
Pada bulan ramadhan, salah satunya adalah bermunculannya sentra takjil yang menyajikan aneka makanan untuk pelepas dahaga dan rasa lapar. “Hari ini kita turun memastikan peredaran makanan aman, lancar, dan harga sembako normal. Jelang dan selama puasa, barang kebutuhan pokok harus terpenuhi, harganya tak boleh melonjak, dan kualitasnya harus baik, segar, serta aman untuk dikonsumsi,” katanya di sela-sela kunjungan.
Ditambahkan, hasil kunjungan hari ini menunjukkan semua harga barang masih normal, pihaknya ingin pastikan masyarakat bisa fokus ibadah tanpa khawatir soal stok atau kualitas pangan.
Anggota Komisi IX DPR RI yang juga turun langsung di Pasar Renteng, Nurhadi meminta agar Pemerintah Pusat dan Daerah, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), selalu bersinergi dalam menjaga keamanan pangan selama Ramadhan.
Dalam kegiatan ini Tim BBPOM di Mataram terpadu bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah melakukan pemeriksaan terhadap 15 sarana toko dan kios di Pasar Renteng dan tidak ditemukan sarana yang menjual pangan tanpa izin edar, rusak ataupun kedaluarsa.
Selain itu tim juga melakukan uji cepat menggunkan rapid test kit terhadap 27 jenis pangan yang dijual, seperti tahu, cendol, cumi, ikan asin, mie basah, terasi, kerupuk, kolang kaling, bakso, ikan segar, udang, ayam, cilok, Hasilnya 2 sampel positif mengandung Boraks, yaitu: kerupuk tempe dan mie basah.
“Kerupuk diakui penjual dari Jawa sedangkan mie basah diproduksi di wilayah Lombok Tengah. Kami akan telusuri dan tindaklanjuti sampai ke produsennya. Jika masih bandel menggunakan bahan berbahaya akan kami tindak tegas” ujar Kepala BBPOM di Mataram Yosef Dwi Irwan.
Kegiatan ini merupakan wujud hadirnya negara dalam melindungi masyarakat dari produk yang beresiko terhadap kesehatan, khususnya bagi umat muslim agar aman dan nyaman menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
“Selama Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H, secara terpadu dengan Pemda kami akan melaksanakan Intensifikasi Pengawasan, menyasar distributor, grosir, supermarket, toko, pasar tradisonal, pembuat parsel dan termasuk sentra takjil, ini untuk memastikan pangan aman untuk dikonsumsi,’’ kata Yosef
Anggota Komisi IX DPR RI, H.M. Muazzim Akbar, S.I.P dan Nurhadi S.Pd., M.H. mengapresiasi kegiatan pengawalan Keamanan Pangan yang dilakukan BBPOM di Mataram bersama stakeholder dalam menyambut Ramadhan 1446 H.
“Perlu saya sampaikan bahwa BBPOM Mataram tidak hanya turun atau bekerja saat Ramadhan, Idul Fitri ataupun Natal dan Tahun Baru. Setiap hari petugas kami turun ke lapangan dalam rangka memastikan Obat dan Makanan yang diproduksi dan beredar aman dan bermutu” tegas Yosef. (r01/mtr01)
