
Lombok Utara, newsmataram.id – Wakil Bupati Lommbok Utara Danny Karter Febrianto R, ST., M.Eng menegaskan, berdasarkan hasil kajian resiko bencana daerah, Lombok Utara memiliki 11 jenis ancaman bencana baik bencana alam maupun non alam dimana bencana alam meliputi bencana geologi dan bencana hidrologi.
“Kompleksitas ancaman bencana ini perlu kita sikapi dengan kerja-kerja nyata dam pengurangan resiko bencana,” katanya saat Apel Gelar Pasukan, dan peralatan Kesiapan Tanggap Bencana di Kabupaten Lombok Utara bertempat di Halaman Kantor Bupati, Kamis (14/12/2023).
Wakil Bupati Bertindak sebagai pembina Apel didampingi Wakapolres Lotara Kompol I Nyoman Adi Kurniawan, SH, Pabung Danding 1606 Mataram Letkol Inf Ibnu Haban.
Apel Siaga Bencana ini juga dihari oleh Sekretaris Daerah KLU Anding Duwi Cahayadi, S.STP., MM, Para Assisten Setda KLU, Kepala Dinas Sosial Fathurrahman S.ST, Plt. Kasatpol PP Totok Surya Saputra, SH., M.H, Kalak BPBD M. Zaldi Rahadian, SH para camat. Sementara peserta Apel diikuti oleh TNI, Polri, Pol PP, Dishub, Basarnas, BPBD,Dinsos, Pramuka, serta para Relawan bencana.
Wakil bupati menjelaskan, Pemerintah daerah telah mengidentifikasi lokasi-lokasi yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi secara signifikan, baik berdasarkan pada hasil kajian resiko bencana, maupun berdasarkan histori kejadian bencana hidrometeorologi.
“Harapan saya agar peserta apel untuk melakukan pemantauan secara insentif di wilayah-wilayah menjadi titik acaman bencana,”harapnya.
‘’Yang perlu menjadi prioritas adalah bagaimana bisa memberikan perlindungan terhadap keselamatan masyarakat berupa pertolongan dan evakuasi, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. Selain itu masyarakat juga perlu terlibat aktif untuk menjaga wilayah masing-masing dengan semangat gotong royong untuk kemanusiaan,’’ tandasnya.
Kompleksitas ancaman bencana ini perlu disikapi dengan kerja-kerja nyata dan pengurangan resiko bencana..
Dalam dua tahun terakhir, Lombok Utara sering mengalami kejadian longsor dan banjir bandang yang telah menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat. Lewat kejadian bencana tersebut saya berharap agar kita semua dapat lebih bijak lagi dalam mengelola alam kita kedepannya.
Dalam mengantisipasi bencana, setiap instansi memiliki sumber daya masing-masing yang bisa dikerahlan untuk penanganan bencana, baik SDM dan SDNM.
Bekerjasama dan membangun koordinasi aktif agar langkah penanganan yang dilakukan bisa efektif, cepat dan terkoodinir dengan gaik, koordinasi tersebut hendaknya bisa dibangunan melalui BPBD, sebagai perangkat daerah yang memiliki tugas dan wewenang pada urusan penanggulangan bencana. “Saya mengimbau dalam skenario darurat bencana, semua sumber daya yang daerah kita miliki harus bisa dioptimalkan dengan baik,” ujarnya. (lu01/sha14)
