Site icon NEWS MATARAM

Kampanye Eradikasi Frambusia Harus Digencarkan

Lombok Utara, newsmataram.id – Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan, ST. menegaskan, frambusia adalah penyakit menular langsung antar manusia yang disebabkan oleh infeksi kronis bakteri treponema pertenue. Frambusia sendiri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di indonesia sehingga perlu dilakukan penyelenggaraan penanggulangan secara terus menerus, efektif dan efisien

Penegasan itu disampaian wakil bupati, pada penyelenggaraan kempanye eradikasi frambusia tahun 2023. Dimana Pemerintah Daerah melalui Melalui Dinas Kesehatan KLU menyelenggarakan kempanye eradikasi frambusia tahun 2023, di Aula RSUD KLU.

Selain dihadiri wakil bupati, hadir juga Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro S.I.K M.Si, Pabung Dandim 1606 Mataram Letkol Ibnu Haban, Kepala Kemenag KLU Dr. H. Jalalussayuti, M.Pd, Para kepala OPD terkait, para camat, para kepala desa.

 “Perlu adanya intensifikasi penanggulangan untuk melaksanakan eradikasi frambusia sesuai roadmap yang melibatkan semua pihak agar masalah frambusia tidak muncul lagi di KLU,” ujarnya seperti dikutip dari laman pemda KLU.

Wabup menjelaskan, kegiatan kampaye merupakan upaya yang dilakukan secara berkelanjutan untuk menghilangkan frambusia secara permanen, sehingga tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat secara nasional. Selain itu sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah Daerah dalam mendukung pelaksanaan eradikasi frambusia pada tahun 2023 di KLU sebagaimana tertuang dalam Permenkes nomor 8 tahun 2017 tentang eradikasi frambusia. 

“Dalam Permenkes tersebut salah satunya isinya yakni mengajak semua kepala OPD terkait dan seluruh kepala desa untuk menandatangani komitmen bersama sebagai salah satu persyaratan pengajuan eradikasi frambusia di KLU  tahun 2023,”katanya seraya mengajak semua untuk memberikan perhatian terkait eradikasi frambusia di KLU secara terintegrasi, baik di tingkat kabupaten maupun desa.

Kadis Kesehatan KLU dr. H Abdul Kadir, menambahkan penyakit eradikasi frambusia tumbuh di daerah dengan iklim tropis termasuk di Indonesia, dimana sistem penularannya tidak melalui hubungan seksual tetapi melalui kulit yang luka. 

“Kami dari Dikes sampai  tingkatan paling bawah yakni  para kader posyandu tetap memantau penyakit frambusia, alhamdulillah empat tahun terakhir ini frambusia tidak ditemukan di KLU,” ujarnya. (lu01/val)

Exit mobile version