
Lombok Utara, newsmataram.id – Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R, ST, M.Eng mengukuhkan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Lombok Utara Tahun 2023 bertempat di Lapangan Malimbu Desa Malaka Pemenang.
Wakil Bupati berpesan kepada para Relawan KSB yang sudah terpilih harus memiliki sinergitas dalam penanganan bencana sehingga pada pelaksanaan dapat berjalan dengan baik. “Selamat kepada para Relawan KSB terpilih semoga bisa menjalankan tugas dan fungsi dengan sangat baik dan semoga bisa terus memberikan hal positif bagi masyarakat,’’ katanya Selasa 16 Mei 2023.
Turut hadir dalam pengukuhan tersebut, Angota Komisi VIII DPR RI DR. Ir. H. Nanang Samodra KA, M.Sc, Anggota DPRD KLU Zaenudin Ali, Sekretaris Dinsos PPPA KLU Wardoyo, S.Pd, Camat Pemenang Bayuaji Aryanata, S.IP, Kades Malaka Akmaludin Ichwan, Perwakilan dari Kemensos RI.
“Harapan kita Pemerintah Pusat terus memberikan perhatian kepada KLU mengingat daerah kita adalah daerah rawan bencana, sehingga membutuhkan perhatian dalam kesiapsiagaan bencana,’’ pintanya.
Anggota Komisi VIII DPR RI DR. Ir. H. Nanang Samodra, menambahkan, Kampung Siaga Bencana (KSB) adalah langkah terpadu yang dilakukan Pemerintah Daerah beserta masyarakat dalam menangani bencana.
“Kegiatan KSB ini adalah yang pertama di KLU dan yang dibentuk langsung di Desa Malaka Kecamatan Pemenang,” ujarnya.
Kedepannya Pelatihan Kampung Siaga Bencana (KSB) bukan hanya akan berfokus di satu kecamatan saja, bila perlu seluruh kecamatan yang ada di KLU, untuk mengoptimalkan penanganan bencana, sehingga bisa meminimalisir resiko akibat bencana.
Sekretaris Dinsos PPPA KLU Wardoyo melaporkan, Kampung Siaga Bencana (KSB) adalah wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat, yang dijadikan sebagai tempat untuk program penanggulangan bencana sesuai dengan UUD No. 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, UUD No. 11 tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial, Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 2008 tentang penanggulangan bencana, dan Peraturan Kementerian Sosial No.128 tahun 2011 tentang kampung siaga bencana.
Ditambahkan Wardoyo, KSB sebagai pemberian kesadaran pada masyarakat akan bahaya bencana, sebagai pembentukan jejaring siaga bencana berbasis masyarakat, memperkuat dan mengorganisir masyarakat agar terlatih siaga bencana, dan mengoptimalkan potensi dan sumber daya untuk penanggulangan bencana.
“Sebanyak 60 orang Peserta KSB yang dilatih selama 2 hari dari tanggal 14 hingga 16 Mei 2023, para peserta terdiri dari Tagana, Karang Taruna, Pekerja Sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial di Kecamatan, Organisasi Sosial, LSM, Masyarakat Setempat, Mahasiswa dan Pelajar,” rincinya.
Pada momen pengukuhan KSB, juga diserahkan bantuan dari Aspirasi DPR RI dan Kemensos Sosial RI untuk KSB Desa Malaka senilai 119,555,750 Juta. (ANM)
